Wartawan Dihadang KPU Simalungun Liputan Debat Publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati, Berdalih Prokes Covid-19

Wartawan Dihadang KPU Simalungun Liputan Debat Publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati, Berdalih Prokes Covid-19
Photo Bersama Peserta Debat Publik dan Komisioner KPU Simalungun serta Aksi Protes Jurnalis Saat Dihadang Masuk ke Dalam Ruangan

SIMALUNGUN- Penyelenggaraan Debat Publik putaran pertama calon Bupati dan calon Wakil Bupati Simalungun di Ruangan Ro'nauli Hotel Niagara Parapat, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsangsipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu (14/11/2020) malam, sekira pukul 20.00 WIB, menimbulkan kericuhan.

Pasalnya, tidak ada alasan dan kejelasan sikap serta tindakan KPUD Kabupaten Simalungun dalam penyelenggaraan Debat Publik putaran pertama calon Bupati dan Wakil Bupati tersebut melarang jurnalis melakukan peliputan acara itu.

Terkait permasalahan itu, menurut Raja Ahab Damanik melalui pesan selular menyebutkan, bahwa sebelumnya acara Debat Publik putaran pertama calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun itu telah dipublikasikan atau disiarkan langsung melalui akun media sosial facebook milik KPUD.

"Bahwa acara Debat Publik disiarkan secara live streaming di fb KPUD Kabupaten Simalungun," sebut Ketua KPUD Simalungun saat dihubungi jurnalis indonesiasatu.co.id, Minggu (15/11/2020) sekira pukul 16.25 WIB.

Selanjutnya, Raja Ahab membantah ada peraturan bahwa wartawan dilarang meliput debat publik yang diselenggarakan oleh pihaknya dan juga hanya mengizinkan satu media melakukan peliputan acara itu.

"Jadi tidak benar bahwa hanya wartawan dari satu media yang di izinkan masuk. Tidak ada peraturan wartawan dilarang meliput debat," lanjut Raja Ahab dalam pesannya.

Lebih lanjut, alasan Ketua KPUD Simalungun terkait larangan masuk ke dalam ruangan saat berlangsungnya acara debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun dikarenakan aturan dan peraturan pemerintah tentang protokol kesehatan Pandemi Covid-19.

"Semata-mata hanya karena alasan penerapan protokol Covid-19," tuturnya.

Raja Ahab mengakui penyelenggaraan Debat Publik putaran pertama itu dalam rangkaian acara terdapat kekurangan dan akan melakukan evaluasi menjelang acara debat putaran ke-2, serta dalam pesannya, Ia menghormati dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan jurnalis.

"Hari ini juga kita lakukan evaluasi terkait acara debat pertama untuk lebih baik lagi menjelang pelaksanaan debat ke-2. Terakhir mohon maaf dan salam hormat saya buat seluruh teman-teman jurnalis  yang berada di Simalungun," tutupnya.

Alasan pembatasan jumlah yang ikuti acara debat publik, selanjutnya Ketua KPUD Simalungun Raja Ahab Damanik menyebutkan larangan jurnalis meliput acara Debat Publik semata-mata hanya dikarenakan atau beralasan penerapan Protokol Covid-19.

Tetapi, Raja Ahab Damanik saat dimintai penjelasan terkait penerapan Protokol Kesehatan dalam acara itu enggan menanggapi, ada kejanggalan pada saat sejumlah peserta dan Komisioner KPUD Simalungun melakukan photo bersama.

Tampak yang dilakukan ternyata tanpa menerapkan protokol kesehatan yakni tidak memakai masker dan tidak berjarak satu sama lainnya.

Sebelumnya, saat berlangsungnya kegiatan itu, akhirnya rekan-rekan jurnalis menyampaikan protes namun tak diindahkan, Staf KPUD malahan semakin memperketat penjagaan di pintu masuk ruangan.

Sekalipun diminta kepada stafnya yang menjaga di pintu masuk untuk memanggil Ketua KPUD Simalungun sama sekali tak bersedia dan menyebut adanya peraturan KPU tentang larangan meliput debat publik itu.

Namun, yang menjadi persoalan adanya salah satu media yang diizinkan melakukan peliputan acara di dalam ruangan itu.

(Amry Pasaribu)