Terkendala Pandemi Covid-19, Disnaker Sumenep Kurangi Pelatihan Kerja

SUMENEP - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tahun ini mengalami pengurangan kegiatan pelatihan kerja, karena selain anggaran yang dialihkan pada penanganan Covid-19, pelatihan kerja juga mengumpulkan banyak orang, sehingga tidak diperkenankan. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep, M. Syahrial mengungkapkan, pelatihan kerja tahun ini memang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Selain kegiatannya dibatasi, pesertanya diwajibkan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat, juga pelatihannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. "Meskipun banyak pelatihan yang ditiadakan, namun pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean tetap berjalan seperti biasa," ungkap Syahrial, Selasa (24/11/2020). Menurut Syahrial, beberapa jenis pelatihan yang dilaksanakan melalui BLK di Kepulauan Kangean, seperti pelatihan pertukangan dan menjahit, termasuk pelatihan di BLK yang saat ini ditangani Provinsi Jawa Timur. Dikatakan, pelatihan kerja tahun ini juga disesuaikan dengan bantuan alat yang diberikan pemerintah, seperti alat pemecah batu dan mesin jahit, bahkan setelah pelatihan tetap dilakukan monitoring dan evaluasi kepada para peserta penerima bantuan. "Minimnya pelatihan tahun ini akan kami programkan kembali pada 2021 melalui peningkatan kepesertaan, sarana dan prasarana gedung pelatihan," tandas dia. (***)

Terkendala Pandemi Covid-19, Disnaker Sumenep Kurangi Pelatihan Kerja

SUMENEP - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tahun ini mengalami pengurangan kegiatan pelatihan kerja, karena selain anggaran yang dialihkan pada penanganan Covid-19, pelatihan kerja juga mengumpulkan banyak orang, sehingga tidak diperkenankan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep, M. Syahrial mengungkapkan, pelatihan kerja tahun ini memang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Selain kegiatannya dibatasi, pesertanya diwajibkan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat, juga pelatihannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

"Meskipun banyak pelatihan yang ditiadakan, namun pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean tetap berjalan seperti biasa," ungkap Syahrial, Selasa (24/11/2020).

Menurut Syahrial, beberapa jenis pelatihan yang dilaksanakan melalui BLK di Kepulauan Kangean, seperti pelatihan pertukangan dan menjahit, termasuk pelatihan di BLK yang saat ini ditangani Provinsi Jawa Timur.

Dikatakan, pelatihan kerja tahun ini juga disesuaikan dengan bantuan alat yang diberikan pemerintah, seperti alat pemecah batu dan mesin jahit, bahkan setelah pelatihan tetap dilakukan monitoring dan evaluasi kepada para peserta penerima bantuan.

"Minimnya pelatihan tahun ini akan kami programkan kembali pada 2021 melalui peningkatan kepesertaan, sarana dan prasarana gedung pelatihan," tandas dia. (***)