Saat Pandemi, Petani Kerinci Sukses Ekspor Kopi ke Belgia

Saat Pandemi, Petani Kerinci Sukses Ekspor Kopi ke Belgia

JAMBI -- Kabar gembira! Di tengah kelumpuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19 secara global saat ini, petani dari Bumi Sakti Alam Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi,  Selasa (27/7), mengekspor 15,9 ton kopi Arabika Spesialti bernilai sekitar Rp1,4 Miliar ke negara Belgia melalui Pelabuhan Talang Duku di alur Sungai Batanghari dekat perbatasan Kota Jambi - Kabupaten Muarojambi.

Berhimpun di bawah bendera Koperasi Koerintji Barokah, petani kopi Kerinci Selasa siang mengekspor 290 karung kopi (15,9 ton) Arabika Spesialti dalam lima varian proses ke ‘Sucafina Specialty’, perusahaan kopi berbasis di Antwerp, Belgia, yang menghubungkan kopi berkualitas dari organisasi petani dengan roaster di kawasan Asia Pasifik, Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Kendati merupakan ekspor perdana dari Jambi, Koperasi Koerintji Barokah 2017 lalu juga sudah berhasil menjual kopinya ke pasar internasional. Antara lain tiga kali ke Belgia, Amerika Serikat dan Hong Kong. Menurut Ketua Koperasi Koerintji Barokah Triyono, selain ke Belgia, Agustus 2020 nanti juga akan mengekspor kopinya ke Australia.

Petani Kerinci Masuk Pasar Internasional

Triyono membeberkan, saat ini, Koperasi Koerintji Barokah beranggotakan 320 petani, tersebar di Kecamatan Gunung Tujuh, Kayu Aro, dan Kecamatan Kayu Aro Barat dengan luas lahan sekitar 140 hektar. Koperasi ini dibentuk sejak Juni 2017 atas kerja sama antara petani kopi, pemerintah daerah, dan Rikolto, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) international dalam pemberdayaan petani di Kerinci dalam mengembangkan komoditas kopi melalui praktik budidaya yang ramah lingkungan. 

“Koperasi Koerintji Barokah konsisten dengan kualitas dan terus berinovasi. Itu yang membuat kopi kami unggul hingga sekarang dan kualitasnya dipercaya pembeli. Kita berharap semakin banyak petani bergabung sehingga volume produksi meningkat dan kami bisa memenuhi permintaan pasar. Sekaligus tentu petani juga ikut sejahtera,” kata Triyono.

Keberhasilan Koperasi Koerintji Barokah dalam memasuki pasar ekspor tidak lepas dari peran lintas sektoral baik pemerintah, swasta, dan LSM. Selain pendampingan dan peningkatan kapasitas yang dibidani LSM Rikolto, Koperasi Koerintji Barokah mendapatkan bantuan fasilitas pengolahan dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dan Bank Indonesia.

Ditambahkan Triyono, peluang ekspor kopi Kerinci juga didukung dengan adanya sertifikat Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Koerintji. Sertifikat Indikasi Geografis ini membantu menjamin keaslian produk sehingga meningkatkan kepercayaan pembeli terutama yang berasal dari luar negeri.

Sementara itu, Direktur Regional Rikolto untuk Indonesia Catur Utami Dewi, menyatakan bangga dengan keberhasilan petani yang bergabung di Koperasi Koerintji Barokah mengembangkan bisnis kopi berkualitas bagus.

“Kami bangga. Keberhasilan ini tentu akan membantu petani yang tergabung mendapatkan penghasilan yang layak dari kopinya. Kolaborasi lintas sektoral antara organisasi petani, pemerintah, dan swasta menjadi kunci dalam mendorong organisasi petani memasuki pasar global melalui praktik pertanian berkelanjutan,” kata Catur Utami Dewi di sela acara ekspor yang dilepas Gubernur Jambi Fachrori Umar di Pelabuhan Talang Duku, Selasa siang.

Catur Utami menyebutkan, Rikolto aktif mengembangkan kapasitas petani dalam budidaya pangan dengan memperkenalkan sistem pertanian yang ramah lingkungan, di antaranya melalui inisiatif Pembayaran Jasa Lingkungan atau Payment for Ecosystem Services (PES).

Program ini diterapkan di Jambi bersama dengan Koperasi Koerintji Barokah. Rikolto berupaya mengintegrasikan pengembangan budidaya kopi dengan upaya konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Melalui program PES Rikolto mengajak pihak pembeli untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan pendukung budidaya kopi. Bagi organisasi petani, program ini dapat membantu meningkatkan kualitas perkebunan mereka dan menjadi nilai tambah dalam memenuhi standar kualitas pasar internasional.

Di bulan Oktober nanti, akan ada penanaman 600 bibit pohon hasil penggalangan dana dari Sucafina yang akan berfungsi sebagai pohon naungan di perkebunan kopi Koperasi Koerintji Barokah. Hal ini merupakan wujud upaya baik Sucafina dalam menjaga kelestarian di lingkungan kebun kopi.

Gubernur Jambi Fachrori Umar mengapresiasi positif ekspor perdana kopi yang dilakoni petani di Koperasi Koerintji Barokah, Selasa siang. Dia mengatakan Provinsi Jambi memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan rakyat, seperti kopi, kayu manis, karet, pinang, dan kelapa.

“Pendampingan organisasi petani oleh Rikolto terbukti membantu menjembatani petani kopi di Jambi untuk memasuki pasar Eropa. Kami mengajak organisasi petani di Jambi terus menjaga dan meningkatkan kualitas produksi dengan mengedepankan praktik budidaya yang ramah lingkungan, sehingga pendapatan petani juga meningkat secara berkelanjutan,” kata Fachori.(permato)