Realisasi Milyaran Rupiah Dana Bansos Dampak Covid-19 di Kerinci Tidak Transparan

Realisasi Milyaran Rupiah Dana Bansos Dampak Covid-19 di Kerinci Tidak Transparan

KERINCI,JAMBI - Prinsip 3 T (tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu) dalam proses mulai dari pendataan calon penerima hingga penyaluran, hal tersebut tertutup dan minim terpublikasi, terutama oleh awak media, hal tersebut tentunya menimbulkan persepsi negatif ditengah publik.

Persepsi negatif disini seperti rawan diselewengkan, sistim pendataan dinilai tertutup, tidak jelas berapa KK yang terdata sebagai calon penerima.

Berdasarkan pantauan Indonesiasatu.co.id, masyarakat Kerinci sepertinya kebingungan, dikarenakan tidak mengetahui jenis bantuan yang akan diterima, bahkan ditemukan desa yang sama sekali belum menerima bantuan sama sekali.

Dan mirisnya lagi ditemukan ada beberapa warga yang sama sekali tidak pernah menerima bantuan sosial dampak covid-19, mulai dari BLT DD, sembako yang bersumber dari APBD provinsi, APBD kabupaten Kerinci.

"Saya sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan apapun jenisnya, saya ini bukan orang kaya, mulai dari BLT, sembako dan apapun namanya, saya tidak pernah dapatkan," ungkap sumber kepada Indonesiasatu.co.id.

Dalam beberapa hari terakhir, beredar adanya isu akan adanya pembagian sembako dari pemkab Kerinci, namun tidak diketahui pasti desa mana saja yang dibagikan, anehnya lagi, pembagian sembako tersebut sepertinya dirahasiakan oleh Dinas Sosial kabupaten Kerinci.

"Kabarnya hari ini ada pembagian sembako yang diambil di warung, namun tidak jelas itu bantuan dari mana," ungkap sumber Indonesiasatu.co.id.

Sementara itu, jauh - jauh hari, Samardin Plt kadis Dinas Sosial kabupaten Kerinci saat dikonfirmasi Indonesiasatu.co.id diruang kerjanya mengatakan, ada banyak jenis bantuan.

Salah satunya menurut Samardin adalah bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS), masing - masing setiap desa akan mendapat kuota 62 KK, masing - masing KK akan mendapatkan Rp.250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Dimana uang tersebut ditransfer ke rekening pemilik warung di desa setempat. Setelah itu warga yang telah didata akan mengambil sembako ke warung tersebut senilai Rp.250.000.

"Iya, bantuan JPS tersebut mekanismenya setiap yang punya warung di desa akan dibuatkan rekening, lalu dana tersebut akan ditransfer ke rekening pemilik warung, dan masing - masing desa akan mengambil sembako ke pemilik warung dengan nominal yang telah ditentukan, yakni sebesar Rp.250.000," ujar Samardin, Jumat (10/07/2020)

Namun apakah bantuan tersebut sudah disalurkan ke desa - desa? dan akan dikemanakan sisa bantuan JPS tersebut, mengingat syarat penerima bantuan JPS adalah warga yang tidak terdata sebagai penerima bantuan lainnya, seperti non PKH, BLT DD, BST, dan lainnya. (sony)