Rawan Penyelewengan, DPD APKAN Luwu Timur akan Lebih Intens Awasi Penggunaan Dana BOS

Rawan Penyelewengan, DPD APKAN Luwu Timur akan Lebih Intens Awasi Penggunaan Dana BOS

LUWU TIMUR - Dewan Pimpinan Daerah APKAN RI Kabupaten Luwu Timur, akan lebih intens mengawasi penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS), berbagai sekolah penerima dana pendidikan yang bersumber dari kementrian pendidikan dan kebudayaan.

Ketua DPD APKAN Kabupaten Luwu Timur Fheri, mengatakan kepada jurnalis Indonesiasatu.co.id, Senin (27/07/2020) bahwa dalam rangka mencegah adanya dugaan penyelewengan dan pemanfaatan anggaran pendidikan yang tidak tepat sasaran ditengah pandemi Covid 19.

"Ini juga sebagai bentuk kepedulian lembaga swadaya masyarakat (LSM) terhadap penggunaan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) tahun 2020, dimana anak-anak saat ini tidak sekolah (diliburkan) maka tentu perlu mengecek kebenaran penggunaannya," ujarnya.

Ia menyatakan hasil investigasi penggunaan dana BOS itu akan disampaikan kepada pihak berwenang (Aparat Penegak Hukum) untuk diambil tindakan tegas terhadap pengelola sekolah yang melakukan penyelewengan anggaran tersebut.

"Dengan penyediaan dana BOS di sekolah, bisa membantu dan mendukung kelancaran pelaksanaan proses belajar-mengajar di rumah, sebab sekolah belum ada proses belajar akibat adanya Covid 19," harap Fheri.

Fheri menegaskan bahwa adanya dukungan dana BOS yang cukup besar dari pemerintah pusat, dalam hal ini kementrian pendidikan dan kebudayaan,akan mampu meningkatkan mutu pendidikan serta mencegah dugaan penyimpangan anggaran pendidikan.

"DPD APKAN juga siap menjalin kerja sama dengan pihak mana pun untuk mendukung pengawasan dana BOS yang lebih transpran dan tepat sasaran,” tutur Fheri Andi faruqkha Nawir.(*)