PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kembali Kerahkan Alat Berat dan Chainsaw Bersihkan Lumpur Lapin Dolok

PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kembali Kerahkan Alat Berat dan Chainsaw Bersihkan Lumpur Lapin Dolok
Keterangan Foto, Anggota DPRD Simalungun Maraden Sinaga, Camat Girsip Eva Uliarty Tambunan, Pangulu Nagori Sibaganding Martno Wandi Bakkara, Kanit Lantas Polsek Parapat IPTU Hendri Koto,

SIMALUNGUN-PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) kembali mengerahkan alat beratnya berupa satu unit Excavator dan satu unit Chainsaw untuk membersihkan sisa material bebatuan dan bongkahan kayu pasca-longsor satu minggu silam yang menerjang satu gereja dan Lima rumah warga, Minggu (19/07/2020).

Martno Wandi Bakkara, Pangulu (Kepala Desa), Nagori Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun mengatakan, dikerahkannya satu alat berat dan satu unit Chainsaw milik PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) dibantu alat berat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun karena di lokasi masih terdapat bebatuan bercampur lumpur dan bongkahan kayu

"Pembersihan ini sudah memasuki hari yang Kedua dan saat ini juga dua unit alat berat jenis Excavator sudah berusaha semaksimal untuk melakukan pembersihan material longsor yang sempat menimbun satu tempat ibadah dan lima rumah warga,"ujar Martno Wandi Bakkara

Martno juga mengatakan, bahwa material yang masih menumpuk ini diperkirakan mencapai 3000 meter jadi tidak bisa dilakukan dengan cepat karena banyaknya material longsor berupa batu bercampur tanah dan kayu, kita perkirakan baru akan rampung empat hari ke depan," katanya.

Maraden Sinaga, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Simalungun menyampaikan terima kasih Kepada manajemen PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) yang telah bersedia membantu warga Dusun Sualan yang terkena musibah longsor, muda-mudahan bantuan alat berat ini dapat membersihkan seluruh sisah-sisa material Longsor yang masih menghantui warga,

"Selain itu, Sterilisasi di lokasi Longsor harus betul-betul dipastikan tidak ada lagi material batu yang tersisa karena sangat membahayakan bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar, terlebih lagi jalan ini merupakan jalan menuju Kawasan Danau Toba, jadi Jangan sampai ada sisa-sisa material longsor yang menumpuk karena akan membahayakan,"ungkap Maraden

Maraden juga berharap ke depan Kementerian PUPR, terutama PJN 2 atau Pemerintah Kabupaten Simalungun agar menyiapkan alat berat di lokasi-lokasi yang terindikasi rawan longsor di ruas jalan nasional. Upaya itu untuk mempermudah penanganan seandainya terjadi tanah longsor."Di wilayah kami juga kan daerahnya banyak tebing yang rawan longsor saat hujan. Kalau bisa seharusnya ada pos jaga untuk mempercepat penanganan saat terjadi bencana," pungkasnya Maraden

Amatan Media Indonesiasatu.id dilokasi sejumlah dantruk milik warga sekitar dikerahkan guna mengakut dan material sekaligus mempercepat pembersihan  material longsor, dan masyrakat bahu membahu bergotong royong dibantu Pemuda Karang taruna Kecamatan Girsang Sipangan Bolon,  ( Karmel )