Protokol Kesehatan pada Wisata Indoor Pangandaran Akan Diperketat

Protokol Kesehatan pada Wisata Indoor Pangandaran Akan Diperketat

PANGANDARAN JAWA BARAT - Untuk pencegahan penularan covid-19 di objek wisata indoor, pemkab pangandarsn akan lebih perketat pengawasannya.

Demikian diterangkan PJS bupati Pangandaran DR H Dani Ramdani M.T, ketika diwawancarai wartawan indonediasatu, saat meninjau lokasi pintu tolgate utama di pantai barat Pangandaran, Selasa 06/10/2020.

Dikatakan Dani, bahwa, dirinya telah intruksikan agar dalam pencegahan penyebaran covid-19 itu harus segera melaksanakan strategi penguatan  pengawasan tolgate di semua objek wisata  Pangandaran.

Untuk sistem pengawasannya, lanjut Dani, setiap petugas dalam memberikan arahan kepada pengunjung, agar wisatawan harus menggunakan masker, 

Jika pengunjung bawa masker tapi tidak memakainya, duanjurksn harus memakainya, jika mereka tidak bawa masker, kita berikan maskernya, " ujar Dani.

Terkait social distancing di wisata outdoor nya, itu tidak ada masalah, karena di areal terbuka, juga ada panas matahari, dan antar pengunjung tidak berhimpitan.

Saya lihat di objek wisata pantai, itu sudah safety, " kata Dani.

Menurutnya, yang dihawatirkan itu justru di wisata indoor nya, bila berhimpitan, potensi penularan civid-19 lebih besar.

Kan pasti orang buka masker disaat mereka makan, juga bila mereka rapat dihotel, maka harus kita anjurkan untuk jaga jarak, juga harus dikendalikan kapasitasnya, " ujar Dani.

Jika kunjungan wisatawannya meningkat, maka, pengawasannya pun akan lebih diperketat, " ujarnya.

Dani juga menjelaskan, dari hasil koordinasi dan pemantauan, tidak ada link pemberitaan bahwa, objek wisata Pangandaran terpapar covid-19.

Maka, dirinya menilai, jika kunjungan ke objek wisata pangandaean itu menurun, itu disebabkan karena adanya perpanjangan PSBB di Jakarta, juga kegiatan sekolah dibeberapa daerah mulai dilaksanakan, " imbuhnya. (Anton AS)