Program Kerja Direktur PTPN IV Dikangkangi Manajer Unit Kebun SKO, TBS Kelapa Sawit Mentah Dipanen

Program Kerja Direktur PTPN IV Dikangkangi Manajer Unit Kebun SKO, TBS Kelapa Sawit Mentah Dipanen
Kantor PTPN IV Unit Kebun Sei Kopas, Desa Sei Kopas, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara

ASAHAN- Program Problem Identification Corrective Action (PICA) yaitu strategi peningkatan produktivitas kebun dari blok ke blok merupakan salah satu terobosan yang disampaikan Direktur PTPN IV Sucipto Prayitno dan telah diterapkan di perkebunan kelapa sawit milik Kementerian BUMN RI saat ini, namun program ini terkesan tidak berlaku di Kebun Sei Kopas (SKO).

Hasil penelusuran saat melintas di tempat pengumpulan hasil, tandan buah segar hasil produksi kelapa sawit yang dipanen, kondisinya masih mentah bertuliskan angka 5 dan tanpa brondolan di Afdeling 1, Rayon A, Unit Kebun SKO, Desa Sei Kopas, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, Senin (19/10/2020) yang lalu.

Kondisi hasil produksi milik PTPN IV Distrk I Unit Kebun Sei Kopas (SKO) sangat memprihatinkan, selain buah mentah dapat menyebabkan kerusakan alat PKS (Threser) dan berkurangnya efisiensi pengolahan, dikarenakan harus direbus 2 kali. Lebih fatal, pemotongan buah mentah menyebabkan menurunnya disiplin karyawan dan juga secara tidak langsung tanaman yang dipotong buahnya akan stres.

"Hanya Tandan Buah Segar (TBS) matang saat dipanen yang bisa menghasilkan minyak mentah, rendemen tinggi (Crude Palm Oil/ CPO) dan paling fatal tanaman kelapa sawit menjadi stres. Kinerja manajemen kebun SKO layak dievaluasi," kata Benny Panjaitan melalui selularnya, Sabtu (31/10/2020) sekira pukul 15.00 WIB.

Menurut pria bermarga Panjaitan yang aktif sebagai pemerhati perkebunan di Simalungun mengutarakan, diragukan dan layak diaudit kembali sertifikat RSPO yang dimiliki PTPN IV Kebun SKO terkait perlakuan operasional pemotongan tandan buah segar.

"Informasi pada periode bulan Agustus 2020 ini dalam program PICA, tercatat Kebun Sawit Langkat adalah terbaik I, Kebun Laras menempati posisi terbaik II dan di posisi terbaik III yakni Kebun Pasir Mandoge. Jangankan penghargaan PICA, Sertifikat RSPO untuk Kebun SKO layak diaudit tentang hasil produksinya," tandasnya.

Askep Unit Kebun Sei Kopas Mugianto dikonfirmasi terkait produksi hasil panen ditemukan TBS kelapa sawit mentah dan dianggap perlakuan terhadap tanaman kelapa sawit tidak sesuai standar RSPO di areal tugasnya enggan berkomentar.

"Tks, bang. Akan terus kami perbaiki," sebut Mugianto melalui pesan selularnya.

Terpisah, Manajer PTPN IV Distrik I Unit Kebun SKO Fery Nasution selaku penanggung jawab operasional di Unit Kebun SKO, terkesan tidak kooperatif dan enggan menanggapi saat dihubungi melalui selularnya.

(Amry Pasaribu)