Pengurus KONI Simalungun Dilaporkan, Buntut Aksi Walk Out Pengcab Olahraga

Pengurus KONI Simalungun Dilaporkan, Buntut Aksi Walk Out Pengcab Olahraga
Sabaruddin Sirait, Wakil Sekretaris Pengcab Taekwondo Indonesia Simalungun Menyerahkan Laporannya Kepada Bagian Umum Kejari Simalungun

SIMALUNGUN- Pengcab Taekwondo Indonesia menindaklanjuti aksi "walk out" disaat pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Muskorcab) KONI Simalungun, pada hari Rabu 29 Juli 2020 lalu.

Musyawarah Olahraga Kabupaten (Muskorcab) KONI Simalungun dilaksanakan di Hotel Simalungun City, Kelurahan Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Aksi tersebut berbuntut panjang dan secara resmi melaporkan Kepengurusan KONI Simalungun periode 2016-2019 kepada Kejaksaan Negeri Simalungun, Kamis (30/07/2020) sekira pukul 10.30 WIB.

"Iya, benar. Pada Kamis siang, kami telah melaporkan ke Kejaksaan Negeri Simalungun bagian umum, karena kami menduga ada indikasi korupsi dana hibah yang dilakukan dalam periode mereka," sebut Sabaruddin Sirait.

Terkait hal ini, diutarakan Sabaruddin Sirait kepada jurnalis indonesiasatu.co.id melalui pesan aplikasi Whatsapp, Kamis (30/07/2020) sekira pukul 16.25 WIB.

"Aksi walk out Pengcab ini dilakukan sebagai bentuk dari ketidakpuasan terhadap pelaksanaan Musorkab yang dinilai sarat penyimpangan dan pelanggaran AD/ART organisasi," kata Wakil Sekretaris Pengcab Taekwondo Indonesia Simalungun.

Selaku pelapor dan perwakilan Pengcab Taekwondo Indonesia, Sabaruddin Sirait menyampaikan dugaan telah terjadi indikasi korupsi dana hibah, dalam rentang waktu kepengurusan periode 2016-2019 yang dilakukan oknum Pengurus KONI Simalungun.

"Pengurus KONI Simalungun, dalam hal ini Bambang Kencono Wahono selaku Ketua periode 2016-2020; Saihorasman Saragih selaku Bendahara periode 2016-2017; Antoni Panjaitan selaku Bendahara periode 2017-2020; dan Lili Zairiyan selaku sekretaris periode 2016-2020," ucap Sabaruddin Sirait.

Selain itu, Ia juga mengatakan, dalam pelaksanaan Musorkab itu terkesan dipaksakan dan jelas-jelas telah terjadi pelanggaran AD/ART yang dilakukan oleh Panitia Musorkab.

"Penyampaian resmi laporan kepada aparat penegak hukum ini kami lakukan ini merupakan buntut dari ketidakpuasan pengcab olahraga terhadap pelaksanaan Musorkab yang sengaja dikondisikan dan dinilai sarat pelanggaran AD/ART," sebut Sabaruddin Sirait.

Selanjutnya, sebagai pengurus yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pengcab Taekwondo Indonesia Simalungun, Sabaruddin menegaskan agar laporan itu segera ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Simalungun. Disampaikan, kelanjutan laporan itu maka pihaknya bersikap kooperatif serta siap untuk memberikan keterangan dan bertanggung jawab mendukung penuh proses hukum atas laporan dugaan korupsi.

"Indikasi terjadinya dugaan korupsi terstruktur dan masiv telah dilakukan oleh oknum pengurus periode 2016-2020 adanya temuan pengelolaan dana hibah, kejanggalan dan tidak transparannya laporan pertanggungjawaban keuangan KONI Simalungun periode 2016-2020 kepada anggota dalam Musorkab kemarin," pungkasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, jurnalis indonesiasatu.co.id belum berhasil memperoleh keterangan dari pihak Kejari Simalungun terkait laporan pengurus cabang atas dugaan korupsi dana hibah yang dikelola KONI Simalungun.

(Amry Pasaribu)