KONI Simalungun Laksanakan Musorkab di Pematang Raya, Pengurus Cabang Olahraga Lakukan Aksi Walk-Out

KONI Simalungun Laksanakan Musorkab di Pematang Raya, Pengurus Cabang Olahraga Lakukan Aksi Walk-Out
Aksi Walk-Out Ketua Pengcab Taekwondo Simalungun Pada Saat Acara Musorkab KONI Simalungun di Pematang Raya

SIMALUNGUN- Aksi Walk-Out oleh Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo mewarnai kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite Olahraga NasionaI Indonesia, Kabupaten Simalungun, yakni Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) periode 2016 - 2020.

Aksi walk-out itu ditenggarai oleh Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia menilai Panitia Musorkab melakukan pelanggaran Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, berlangsung di Hotel Simalungun City, Kelurahan Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Rabu (29/07/2020) pagi.

Secara spontan pada saat berlangsungnya acara, Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia El Kananda Shah berdiri dan langsung naik ke atas podium. Dengan nada suara tegas, Nanda menyampaikan bahwa Taekwondo Indonesia tidak mengakui Musorkab KONI Simalungun.

"Taekwondo Indonesia tidak mengakui Musorkab KONI Simalungun karena banyaknya aturan organisasi yang dilanggar," kata Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia.

Selain itu, kata Nanda lebih lanjut, kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) akan kami laporkan kegiatan Musorkab KONI. Hal lainnya juga terkait temuan kejanggalan dalam pelaksanaan Musorkab ini, bahkan Laporan Pertanggungjawaban akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

"Secara resmi Musorkab KONI Simalungun akan dilaporkan kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI), sedangkan adanya kejanggalan pelanggaran AD/ART dan laporan pertanggungjawaban segera dilaporkan kepada aparat penegak hukum," ujar El Kananda Shah menegaskan.

Ternyata, pada kesempatan itu, aksi walk out tidak hanya dilakukan oleh Pengcab Taekwondo. Aksi yang sama, diikuti dan dilakukan oleh pengurus cabang olahraga lainnya yakni Pengcab Renang, Gulat, Softball dan Catur.

Menurut Ketua Pengcab Renang Iwan Damanik menimpali terkait adanya kejanggalan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah selama satu periode 2016-2020 ini, dianggap ada upaya akal-akalan dan menyatakan bahwa Musorkab KONI Simalungun kali ini sangat memalukan.

"Apabila kita lihat dari laporan pertanggungjawaban KONI Simalungun itu, nggak lebih dari upaya pembodohan agar setiap Pengcab tidak mengetahui penggunaan dana hibah selama satu periode kepengurusan KONI Simalungun," sebut Iwan Damanik.

Selanjutnya, Iwan Damanik memaparkan, selama ini KONI tidak pernah transparan dalam hal pengelolaan keuangan dan tidak pernah melakukan rapat tahunan bersama  pengcab olahraga.

"Sejak saudara Bambang Kencono Wahono memimpin KONI Simalungun, sama sekali tidak pernah dilakukan rapat tahunan untuk membahas program kerja dan menyampaikan laporan penggunaan keuangan KONI agar transparan kepada seluruh Pengcab," papar Iwan.

Senada, Sekretaris Pengcab Softball menyebutkan, ada keraguan dan juga merasa heran dengan pelaksanaan Musorkab KONI Simalungun ini menurutnya terkesan dipaksakan.

"Kami sendiri sebagai anggota yang memiliki hak suara di KONI Simalungun malah tidak diundang, kalau tidak kami minta langsung undangannya kepada panitia," pungkasnya.

Sementara, kesimpulan beberapa pengurus Pengcab Olahraga bahwa kegiatan Musorkab yang dilaksanakan terkesan dipaksakan dan dianggap sepertinya sudah ada pengkondisian untuk memenangkan salah satu kandidat calon Ketua KONI Simalungun untuk periode 2020 - 2024 mendatang.

"Kami pengcab olahraga, minta kepada Ketua KONI Provinsi Sumatera Utara meninjau ulang pelaksanaan Musorkab KONI Simalungun. Dengan harapan, jangan jadikan Musorkab KONI Simalungun sebagai ajang untuk merusak KONI itu sendiri," tutup ketiga pengurus Pengcab Olahraga KONI Simalungun.

Ketua KONI Simalungun Bambang Kencono Wahono periode 2016 - 2020, saat jurnalis indonesiasatu.co.id menghubungi untuk konfirmasi terkait adanya aksi walk-out dan beberapa opsi yang disampaikan oleh pengurus Pegcab Olahraga pada acara Musorkab Koni Simalungun itu, enggan memberikan tanggapannya.

Saat dihubungi melalui selularnya terdengar nada berdering tidak bersedia menjawab panggilan, selanjutnya dikirimi pesan dan dalam laporan tampak pesan sukses terkirim juga telah terbaca, namun Ketua KONI Simalungun Bambang Kencono Wahono tak bersedia menanggapi konfirmasi yang disampaikan jurnalis indonesiasatu.co.id.

(Amry Pasaribu)