Izinkan Satu Media Liput Acara Debat Calon Bupati dan Wakil Bupati, Puluhan Wartawan Protes KPUD Simalungun di Parapat

Izinkan Satu Media Liput Acara Debat Calon Bupati dan Wakil Bupati, Puluhan Wartawan Protes KPUD Simalungun di Parapat
Suasana Saat Staf KPUD Simalungun Menghalangi Wartawan Memasuki Ruangan Acara Dalam Rangka Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun di Parapat

SIMALUNGUN- Kericuhan nyaris terjadi, tindakan petugas Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Simalungun terkesan membredel kebebasan publik dalam rangka mendapatkan informasi, menghalangi puluhan wartawan melakukan liputan debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun.

KPUD Simalungun tanpa kejelasan melarang wartawan meliput acara debat publik di Ruang Ronauli Hotel Niagara, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu (14/11/2020), malam sekira pukul 20.00 WIB.

Protes yang disampaikan pun tak digubris, malahan semakin memperketat penjagaan di pintu masuk ruangan, sekalipun diminta kepada staf KPUD Simalungun untuk memanggil Ketua KPUD Raja Ahab Damanik, penjaga pintu masuk itupun sama sekali tak bersedia.

Larangan masuk yang dilakukan terhadap wartawan, oleh staf KPUD Simalungun dengan mengatakan bahwa ada tertera pada peraturan KPU yang menyebutkan larangan bagi wartawan meliput acara debat publik.

Namun, yang menjadi persoalan saat itu, jelas terlihat dan semua menyaksikan adanya salah satu media lokal Efarina TV yang diizinkan melakukan peliputan acara di dalam ruangan itu.

Ketika dipertanyakan kepada staf KPUD Simalungun, keberadaan salah satu media lokal di Simalungun dari Eferina TV yang diizinkan meliput, staf KPUD penjaga pintu bungkam dan sama sekali tak bersedia memberikan penjelasan.

Bahkan, Ketua KPUD Raja Ahab Damanik tak bersedia keluar dari ruangan diminta agar  memberikan penjelasan terkait larangan masuk kepada puluhan wartawan dari berbagai media.

Akhirnya, merasa kesal atas sikap Ketua KPUD Simalungun Raja Ahab Damanik yang tak kunjung keluar, spontan wartawan melakukan aksi dengan meletakkan ID Card masing-masing, persis di depan pintu masuk ruangan itu.

Tak bergeming sedikitpun, staf KPUD Simalungun yang hanya memberikan izin kepada Efarina TV untuk meliput acara debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati, para wartawan mengganggap kebebasan publik telah dirampas oleh KPUD Simalungun.

"Ini bentuk protes kita, karena KPUD hanya memberi ijin kepada satu media saja untuk meliput," teriak wartawan yang sengaja datang dari wilayah Simalungun dan Kota Pematang Siantar, tetapi tidak diijinkan meliput dan merasa sangat kecewa.

Padahal, acara debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun selama ini telah dinanti-nantikan khalayak masyarakat di Simalungun untuk dapat mengetahui bibit, bebet dan bobot masing-masing calon dalam menyampaikan visi misinya menjadi pemimpin di Kabupaten Simalungun.

Hingga berita ini dilansir, Ketua KPUD Raja Ahab Damanik dan Komisioner KPUD Simalungun lainnya belum bersedia memberikan penjelasan terkait larangan bagi wartawan meliput acara debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun yang merupakan hak masyarakat mendapatkan informasi publik sesuai amanat Undangv- Undang yang berlaku di NKRI.

Tampak beberapa anggota KPUD tetap bertahan dengan menjaga serta pintu masuk dipegang erat-erat menghalangi wartawan memasuki ruangan acara itu, diantaranya Johan S Pradana, Jhon Amos Tarigan dan Tulus P Sipayung.

(Amry / Karmel)