Intan Fauzi Dukung Implementasi Transformasi Industri Gula PTPN

    Intan Fauzi Dukung Implementasi Transformasi Industri Gula PTPN
    Anggota Komisi VI DPR Intan Fauzi

    JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Intan Fauzi mendukung implementasi tranformasi industri gula PT Perkebunan Nusantara agar segera direalisasikan untuk meningkatkan produksinya. Pasalnya, PTPN ini termasuk dalam sepuluh BUMN dengan pendapatan besar. Selain itu, sejak tahun 1930-an memang Indonesia menjadi negara penghasil gula nomor 2 terbesar di dunia.

    "Jadi transformasi PTPN menjadi holding BUMN gula ini memang patut kita dukung, kalau berbicara program tiga strategis yang akan dicanangkan sebelum mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, untuk program hilirisasi dari hasil-hasil perkebunan ini perlu menjadi perhatian. Kalau memang ingin meningkatkan gula konsumsi, ini sangat bagus untuk memenuhi pasokan gula dalam negeri, bahkan sebetulnya kita juga bisa melakukan perluasan pasar dengan ekspor, " ujar Intan saat mengikuti Kunspek Komisi VI DPR memantau progres implementasi Holding BUMN Gula di Kantor PTPN IX, Semarang, Rabu (22/6/2022).

    WARTAKESEHATAN.CO.ID
    market.biz.id WARTAKESEHATAN.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Politisi F-PAN ini berharap, jika Indonesia nantinya berhasil menjadi pemasok gula konsumsi terbesar, jangan sampai malahan tidak bisa melakukan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan. Seperti yang terjadi baru-baru ini pada salah satu komoditas pangan, yang ujungya justru menyusahkan rakyat juga.

    "Apa yang sudah dipaparkan oleh Dirut PTPN  tadi patut kita dukung, karena semangatnya agar holding gula ini bisa swasembada. Namun, saya juga mau mengingatkan, kedepan akan ada isu krisis pangan dunia, Indonesia sebagai negara yang punya SDA yang luar biasa harus bisa menjawab tantangan ini, " pungkas Intan.

    OMBUDSMAN.CO.ID
    market.biz.id OMBUDSMAN.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Legislator dapil Jabar VI ini juga mengingatkan, menurut aturan terbaru Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2022 Direksi dan Komisaris BUMN ikut bertanggung jawab jika perusahaan pelat merah mengalami kerugian. "Menurut saya ini sudah sejalan dengan UU tentang PT bahwa Direksi dan Komisaris bertanggung jawab secara tanggung renteng apabila terjadi kerugian, sebagai bentuk dari tanggung jawab kebijakannya. Sehingga saya yakin direksi dan komisaris BUMN terpilih akan lebih berhati-hati, " terangnya. (jk/aha) 

    Intan Fauzi PAN DPR RI KOMISI VI
    Ernest Hendri

    Ernest Hendri

    Artikel Sebelumnya

    Pendapatan Laba Bersih Meningkat, Adisatrya...

    Artikel Berikutnya

    Lasarus: Pemerintah Harus Tingkatkan Koordinasi...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi verified

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 87

    Postingan Tahun ini: 2682

    Registered: Jul 17, 2020

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 82

    Postingan Tahun ini: 2008

    Registered: May 25, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 37

    Postingan Tahun ini: 735

    Registered: Nov 15, 2021

    Agus Subekti

    Agus Subekti verified

    Postingan Bulan ini: 33

    Postingan Tahun ini: 670

    Registered: Feb 3, 2022

    Profle

    Wahyudi Arief verified

    Launching Program "Kasih Sidinda", Rumah Pengering Bawang Merah Bantuan Forum Kasih di X Koto Diresmikan
    Pemdes Pancana Gelar Musrenbang dan Pelantikan Forum Anak
    HUT Bhayangkara ke 76, Polres Pangkep Gelar Acara Syukuran
    Disiplinkan Warga Masyarakat, Patroli Malam TNI-Polri Berikan Imbauan Protokol Kesehatan Covid-19.

    Rekomendasi

    Asops Ambil  Apel anggota Kogartap III/Sby
    Polresta Tangerang Tangkap Empat Tersangka Kasus Korupsi PTSL Dengan Ribuan Korban
    Kapolda Jambi Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama
    Kapolres Bima Kota Bersama Forkompinda, Ikuti Upacara Hari Bhayangkara ke-76 Secara Virtual
    Pasar Hewan PD Joyoboyo Kota Kediri Telah Dibuka Polisi Lakukan Pengawasan

    Ikuti Kami