Ibadah Minggu HKBP Bengkalis Terapkan Prokes, Jois : Corona Cepat Hilang Natal Bisa Berkumpul Lagi

Ibadah Minggu  HKBP Bengkalis Terapkan Prokes, Jois : Corona Cepat Hilang Natal Bisa Berkumpul Lagi
Jemaat HKBP Bengkalis Cuci tangan sebelum ibadah Minggu dimulai

BENGKALIS - Warga Kristen protestan di kota Bengkalis jemaat Huria Kristen Batak Protestan HKBP Bengkalis pada hari Minggu pagi (18/10) melaksanakan kebaktian dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Pendemi Covid-19 sudah berjalan selama delapan bulan yang juga melanda wilayah kota Bengkalis khususnya.

Pada saat ibadah akan dimulai jemaat di halaman depan Gereja HKBP Bengkalis melakukan cuci tangan dengan sabun. Pimpinan HKBP Bengkalis Pdt Amron Manullang menjelaskan penerapan 3M menjadi kebiasaan baru selama ibadah Minggu berjalan.

" sebelum masuk ke dalam gereja kita wajib jemaat cuci tangan dengan air mengalir gunakan sabun kemudian masuk duduk di kursi panjang yang sudah kita kasih jarak biasanya satu kursi muat lima jemaat kini hanya dua dan tetap memakai masker dari ibadah dimulai sampai selesai," kata pdt Amron Manullang.

Selama pendemi Covid-19 warga jemaat HKBP Bengkalis tidak diwajibkan datang ke gereja terutama usia Lansia dan anak sekolah minggu (ASM).

Hal ini dibenarkan penetua (sintua) HKBP Bengkalis St. H Simorangkir," jumlah jemaat yang hadir dalam kebaktian tak lebih setengah dari kapasitas gereja jemaat karena yang manula secara spontan hanya beribadah di rumah dan kita sampai saat ini tidak mengaktifkan kegiatan sekolah Minggu kita masih tetap menerapkan protokol kesehatan dan anak anak jemaat di rumah beribadah," terang penetua HKBP Bengkalis sebelum kebaktian di mulai.

Ibadah berjalan dengan hikmat dan jemaat pada waktu kebaktian telah selesai hanya memberikan salam ke pempinan gereja dan sintua sebelum pulang ke rumah masing-masing mereka mencuci tangan kembali.

Ditempat lain tampak seorang anak perempuan umur sekitar 9 tahun sedang berlatih mempelajari not-not lagu rohani menggunakan alat musik orgen bersama pembimbingnya sambil menunggu ia selesai latihan.

Jois Sianturi menceritakan tiap-tiap hari tetap di rumah, selama berada di rumah di manfaatkannya belajar daring yang didampingi ibu dan les belajar not lagu kegiatan ini hampir tiga bulan di rumahnya jalan Wonosari tengah Bengkalis.

" selama ada Corona belajar di rumah mengerjakan tugas dari guru melalui Hp dan setelah itu main orgen kalau keluar rumah cuma didepan halaman saja," kata Jois Sianturi.

Kemudian Jois berharap wabah Covid-19 ini cepat berlalu karena selama pendemi tidak bisa sekolah minggu lagi," sudah lama sekali ke gereja tidak bisa karena Jois ingin ketemu kawan-kawan apa lagi natal semakin dekat kalau dulu kami sudah mempersiapkan natal latihan hampir tiap Minggu, Saya berdoa Corona ini cepat hilang dan berkumpul lagi seperti dulu," harap jois.(yulistar)