HMI Simalungun Resmi Laporkan Camat Gunung Malela, Diduga Kampanye Arahkan Warga

HMI Simalungun Resmi Laporkan Camat Gunung Malela, Diduga Kampanye Arahkan Warga
Camat Gunung Malela Resmi Dilaporkan HMI Cabang Simalungun Kepada Bawaslu Simalungun

SIMALUNGUN-- Pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah bagi Aparatur Sipil Negara, TNI dan Polri diwajibkan netral, namun hal ini tidak menciutkan nyali seorang ASN yang diduga mengarahkan pilihan kepada salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun.

Hal ini, menimbulkan reaksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Siantar - Simalungun dan secara resmi melaporkan Camat Gunung Malela Andi S Pasaribu kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Simalungun. Jumat (16/10/2020) pagi.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Siantar-Simalungun Jhoni Arifin Tarigan mengatakan, selaku Camat Andi S Paaribu diduga telah mengarahkan warga untuk memilih Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Simalungun.

"Diduga oleh Camat Gunung Malela Andi S Pasaribu mengarahkan warga untuk memilih Paslon bernomor urut 4 yakni Ahmad Anton Saragih dan pasangannya Rospita Sitorus - Harus," sebut Ketua HMI melalui pers rilis yang diterima jurnalis indonesiasatu.co.id, Jumat, (16/10/2020) sekira pukul 20.27 WIB.

Jhoni Arifin Tarigan menyampaikan, dalam laporan kejadian itu berlangsung di Kantor Pangulu Nagori (Kepala Desa ; red) Bukit Maraja, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, pada hari Selasa 13 Oktober 2020 sekira pukul 10.00 WIB yang lalu.

"Saat itu, kegiatan penyaluran dan sosialisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sosialisasi protokol kesehatan dan dilengkapi bukti, berupa photo dalam surat pengaduan juga ditandatangani oleh Sekretaris HMI Cabang Siantar-Simalungun Wahyu Permadi," sebut Jhoni Arifin Tarigan.

Lebih lanjut disampaikan, tindakan Camat Gunung Malela dinilai menguntungkan bagi satu paslon sementara bagi paslon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun lainnya dianggap telah merugikan dan Jhoni Arifin Tarigan menegaskan, agar pihak Bawaslu Simalungun bersikap tegas, sesuai amanah peraturan perundang-undangan segera mengambil tindakan terkait dugaan ASN turut berkampanye dalam Pilkada.

"Peristiwa itu diduga telah melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan diantaranya, UU Nmr. 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, UU Nmr. 1 tahun 2015, Peraturan Pemerintah (PP) Nmr. 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan Peraturan Bawaslu Nmr 6 tahun 2018," kata Jhoni.

Selain kepada Bawaslu Simalungun, laporan dugaan keterlibatan ASN berkampanye dalam lampiran surat tertera, ditujukan kepada Bawaslu Sumut, Bawaslu RI, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Simalungun, KPU Sumut dan KPU RI di Jakarta termasuk juga kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Mendagri RI, Menpan RB dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).

"Laporan pengaduan HMI Cabang Siantar-Simalungun terkait kasus dugaan ASN turut berkampanye ini, lebih lanjut akan dikawal proses tindak lanjutnya dan akan mengawasi proses terlaksananya Pilkada di Simalungun," tegas Jhoni Arifin Tarigan mengakhiri.

Camat Gunung Malela Andi S Pasaribu sebelumnya kepada jurnalis indonesiasatu.co.id membantah informasi terkait kegiatan dilakukan berkaitan dengan mengkampanyekan nomor urut salah satu paslon bersama masyarakat Nagori Bukit Maraja, Kabupaten Simalungun.

"Gak, benar itu. Bang, mana mungkin saya kampanye. PNS kan gak boleh ikut ikut, berlebihan beritanya," sebut Andi S Pasaribu dalam pesannya.

Selanjutnya, saat ditanyakan dalam kegiatan bersama warga, tampak mengacungkan tangan dengan menunjukkan hitungan pada jari-jari tangan berbentuk angka empat, Andi S Pasaribu mengaku hal itu terkait pelaksanaan sosialisasi Protokoler Kesehatan.

"Iy, padahal itu untuk protokoler kesehatan, ok," tulis Andi dalam pesannya.

Sangat disesalkan, Camat Gunung Malela Andi S Pasaribu dikonfirmasi terkait laporan resmi dugaan keterlibatan dirinya, turut berkampanye mengarahkan pilihan warga pada salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, saat dihubungi melalui selularnya dalam kondisi tidak aktif.

Terpisah, Pangulu Nagori (Kepala Desa ; red) Bukit Maraja Sugirin saat jurnalis indonesiasatu.co.id menghubungi melalui pesan aplikasi mengaku tidak mengetahui dugaan tindakan Camat Andi S Pasaribu mengarahkan warga memilih paslon bernomor empat saat berlangsungnya kegiatan di Kantornya.

"Gak tau saya, bang. Ya, saat itu pembagian BLT Dana Desa bersama Camat, bang. Nah, setelah itu Camat keluar dari ruangan saya dan saya tetap di ruangan bersama Babinsa memantau pembagian BLT," sebut Sugirin dalam pesannya.

(Amry Pasaribu)