Esensi Buku Indonesia Dalam Rekayasa Kehidupan

Esensi Buku Indonesia Dalam Rekayasa Kehidupan
foto screenshoot video channel FE 101

OPINI - Buku berjudul "Indonesia dalam rekayasa kehidupan" ditulis Komjen Pol Dharma Pongrekun, menarik perhatian bossdarling, sosok dibalik FE 101 yang memiliki 669.000 subscriber. Esensi buku tersebut dilakukan atas inisiatif bossdarling sendiri, karena meyakini buku tersebut penting dibaca dan dipahami anak bangsa.

Menurutnya, semua penjelasan dalam video episode 22 yang ditayangkan di channel FE 101 adalah analisis dan interpretasinya. Video tersebut tayang perdana 28 Juli 2020, dan telah menyedot perhatian publik.

Ia menafsirkan cover buku itu, gurita diinterpretasikan sistem zalim yang mencengkeram, 8 tentakel diinterpretasikan 8 penjuru angin, bentuk bumi globe diinterpretasikan globalisasi, sedangkan figur anak Indonesia dengan huruf N dibajunya, diinterpretasikan nuswantara, nu artinya makhluk, swa artinya mandiri, anta artinya menuju, dan ra artinya Tuhan, atau secara keseluruhan berarti makhluk mandiri menuju Tuhan. Gambar cover itu menggambarkan seorang anak membawa busur dan panah melawan gurita raksasa, diibaratkan David versus Goliath.

Esensi buku tersebut, tentang bahaya globalisasi atau konspirasi global. Misi dari globalisasi itu adalah penyatuan sistem dunia atau "one world government", dan visi globalisasi adalah total control atau "new world order", sedangkan di atas globalisasi adalah supra sistem, yaitu rekayasa kehidupan atau "life engineering".

Rekayasa kehidupan tersebut bertujuan merubah makna, cara dan perilaku hidup manusia menjadi barang atau binatang, lalu meninggalkan Tuhan, selanjutnya perbudakan global.

"Sekarang telah terjadi gerakan globalisasi yang akan menghancurkan bukan saja Indonesia, tapi seluruh dunia", kata Komjen Pol Dharma Pongrekun dalam cuplikan video yang viral.

Disebutkan bossdarling, ada bukti semua negara akan dibuat hancur. Menurut world debt clocks per 14 Juli 2020, disebutkan 3 negara penghutang terbesar dunia adalah AS dengan hutang sebesar US $ 21.295 miliar, disusul Jepang dengan hutang US $ 9.883 miliar dan Cina dengan hutang US $ 5.496 miliar. Ketiga negara itu disebut macan ekonomi dunia, padahal semua itu adalah ilusi, dalam artian jebakan neokolim.

"Cara kerja globalisasi ini sudah ada sejak dulu, dan dia berbentuk organisasi yang kuat, bukan negara, non state actors. Kekuatan besar itu adalah bagian dari mereka, elite global yang ingin menguasai dunia ini", kata Komjen Pol Dharma Pongrekun dalam cuplikan videonya.

Menurut bosssdarling, perbudakan globalisasi diasumsikan bayar hutang, baru bunganya saja, belum cicilan pokoknya alias gali lobang tutup lobang, yang bayar rakyat dalam artian lewat pajak yang digenjot tinggi, kerja keras buat cari makan dipotong PPH, beli barang buat kebutuhan hidup dipotong PPN, jual beli tanah si pembeli kena pajak dan si penjual kena pajak.

Ia berpendapat, itulah penjajahan gaya baru atau neokolim, rakyat kerja keras cari duit, bayar pajak tinggi, buat bayar hutang pada bankir asing yang kaya raya.

"Jadi, globalisasi adalah sistem, di atas globalisasi ada supra sistem. Sistemnya untuk apa? untuk menyamakan sistem seluruh dunia, yang mereka standardkan. Segala literasi, segala literatur, apapun yang kita pegang sekarang, sepanjang itu ambil dari luar, itu adalah cara mereka memanipulasi kita punya konsep. Tujuannya cuma satu, total control", kata Komjen Pol Dharma Pongrekun dalam cuplikan videonya.

"Hidup kita pribadi-pribadi, kita bukan barang, tapi mereka mau bikin kita seperti barang. Jadi, ujung-ujungnya life engineering. Seperti apa life engineering, semua hidup kita mau dikontrol, perilaku kita berubah, menjadi manusia yang tidak sejati, tapi kita akan dibuat seperti robot. Tidak punya cipta, tidak punya karsa, tidak punya rasa. Karena apa? kita akan dilock dengan sistem, jadi tidak bisa keluar dari sistem. Suatu saat akan dipasang chip di badan kita, itu pasti. Kita bisa membuat langkah-langkah strategis untuk menghadapinya", lanjutnya.

Menurut bossdarling, program globalisasi adalah money, power dan control population, dengan menguasai moneter dan bisnis global, mereka memiliki banyak uang yang digunakan untuk kekuasaan di atas seluruh negara, kemudian mengontrol penduduk dunia. Program tersebut dijalankan dengan terstruktur, sistematis dan masif. 

"Programnya adalah money, power dan control population. Money, dia sudah menguasai sistem ekonomi dunia, dan kurs-kurs kita ini diatur sama mereka. Jadi kita ini diancam-ancam, dibikin takut", kata Komjen Pol Dharma Pongrekun dalam cuplikan videonya.

"Mereka bekerja secara terstruktur, sistematis dan masif. Kenapa terstruktur, karena mereka punya organisasi besar dengan sistem yang dikuasai seluruh dunia. Kenapa sistematis, karena mereka bergerak begitu halus, step by stepnya jelas, pelan-pelan, dan kita terhipnotis untuk ikut menerimanya", lanjutnya.

Pernyataan tersebut senada dengan pernyataan Presiden AS, Jhon F.Kenedy, "Karena kita di seluruh dunia ditentang oleh konspirasi kokoh dan kejam, yang bekerja secara tersembunyi untuk memperluas lingkaran pengaruhnya. 

"Masif, karena mereka bergerak di seluruh dunia, di seluruh sendi kehidupan, tidak ada yang lolos", Komjen Pol Dharma Pongrekun dalam cuplikan videonya.

Modus operandi yang sama juga dijelaskan Jhon F.Kenedy, "Konspirasi kokoh adalah suatu sistem yang diterapkan sedemikian rupa, dengan sumber daya manusia dan materi yang sangat luas, menjadi sebuah mesin yang terajut erat dan sangat efisien, yang menggabungkan operasi militer, diplomatik, intelijen, ekonomi, saintifik dan politik".

Dijelaskan bossdarling, kunci sukses elite global menguasai dunia adalah melalui program money, dengan cara menguasai bank-bank sentral di seluruh dunia. Bank sentral adalah bank yang memiliki hak monopoli untuk menerbitkan uang di suatu negara.

Mulai tahun 1945, sistem moneter global itu diterapkan terstruktur melibatkan organisasi besar, seperti World Bank, IMF, dan lain-lain. Kemudian dilakukan sistematis, mereka ajarkan sistem tersebut di seluruh sekolah-sekolah, serta menganggap sistem ini yang benar, dan masif diterapkan di seluruh dunia.

Hingga artikel ini diterbitkan, video berdurasi 18 menit yang berjudul Indonesia dalam rekayasa kehidupan, sudah disaksikan 131.000 di channel FE 101 atau 9 jam setelah tayang perdana. (dodik)