dr. Helly Tjandra : Penanganan Pasien Covid-19 Harus Bijaksana, Masyarakat Jangan di Buat Panik

dr. Helly Tjandra : Penanganan Pasien Covid-19 Harus Bijaksana, Masyarakat Jangan di Buat Panik
Foto : dr. Helly Tjandra

BELITUNG TIMUR - Maraknya masyarakat Beltim yang terpapar positif covid-19 membuat masyarakat khawatir, persoalannya bukan saja karena banyaknya yang positif melainkan pasien yang positif bukannya diisolasi pada Rumah Sakit melainkan hanya diisolasi secara mandiri dirumahnya masing-masing pasien positif.

Helly Tjandra Dokter senior Beltim  ikut prihatin atas kejadian itu ini, beliau memberikan tanggapan atas keluhan masarakat dengan mempertaruhkan diri dengan berstatemen diluar dari jabatannya sebagai PNS dilingkup Pemerintahan Kabupaten Belitung Timur.

"Nah ini lah masalahnya. Saya sudah beberapa kali teriak malah, mohon maaf bukan saja tidak didengar tapi tidak pernah ditanya, disini saya sudah mengabdi selama 20 tahun bidang kesehatan, ada pengalaman lah" papar dr Helly.

dr. Helly membeberkan seperti apa dan bagaimana selayaknya perlakuan penangan kepada pasien positif covid-19 agar lebih bijaksana dan tidak membuat pasien terkesan diabaikan dan masyarakat tidak merasa panik dan hawatir. Ada 4 (empat) tips setidaknya yang dapat diterapkan.

"Setidaknya penangananya kita sedikit dengan mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan bagi pasien dan juga terhadap masyarakat tidak panik dan meresahkan, setidaknya dengan empat cara dibawah ini.

1. Sesuai Protap Gustu baru memang pasien positif tanpa gejala/ringan bisa diisolasi di rumah, permasalahannya ini bukan 'ATURAN HARGA MATI' kita memiliki RUMAH SAKIT RUJUKAN YANG DI TUNJUK PUSAT (RSUD MARSIDI TANJONG) dan RSUD BELTIM dengan Ruang ISOLASI (SK GUB) jadi pasien yang POSITIF bisa dirawat/aman kan di 2 (dua) Rumah Sakit ini kapasitas masih memungkinkan.
2. Terlepas ATURAN kita harus mengamankan PASIEN POSITIF untuk 2 (dua) hal, (1) memudahkan pengawasan (2) memberi rasa aman kepada masyarakat. Karna bagaimapun orang awam dengar seperti ini pasti PANIK. Protokol penanganan justru masyarakat tidak boleh dibuat PANIK.
3. Belum lagi INFO kesan SANGAT RAHASIA sehingga menambah tingkat tinggi KEPANIKAN masyarakat.
4. Seolah-olah  mengesankan CLASS ACTION tak keliatan" Papar dokter senior. (Helmi)