Diduga, Bangunan Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan LHK Makassar di Mengkendek Dibangun di Tanah Masyarakat Adat

Diduga, Bangunan Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan LHK Makassar di Mengkendek Dibangun di Tanah Masyarakat Adat

TANA TORAJA - Bangunan Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar yang berada berdiri di wilayah kelurahan Rantekalua, kecamatan Mengkendek,  kini jadi soal dan mulai dipertanyakan oleh warga masyarakat, Rabu (29/7/2020).

Pasalnya, bangunan tersebut dengan tujuan sebagai tempat penelitian serta pengembangan inovasi tanaman kehutanan untuk Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mengkendek,  diduga telah didirikan diatas wilayah tanah masyarakat adat.

Keberadaan bangunan yang sudah difungsikan sekian lama itu pun dipertanyakan oleh masyarakat adat akibat tidak diketahuinya atas ijin siapa didirikan bangunan pada tanah masyarakat adat tersebut.

"Bangunan kantor kehutanan ini, kami rumpun keluarga masyarakat adat di Rantekalua tidak tahu kepada siapa kehutanan meminta ijin menggunakan tanah tersebut dan untuk tujuan apa serta kapan didirikan maupun hingga kapan digunakan", ungkap Frans Sosang bersama Yihanis T Allo,  saat di temui di lokasi bangunan.

Lanjut Frans Sosang jika dirinya bersama beberapa rumpun keluarga akan mengupayakan kantor itu segera dipindahkan karena menempati tanah masyarakat adat.

Sementara menurut warga sekitar bangunan bahwa bangunan kantor tersebut sepertinya juga dijadikan sebagai tempat tinggal karena dihuni oleh seorang wanita bersama anak kecilnya.

Dan pantauan dilokasi pun nampak beberapa rumah warga, sehingga menjadi pertanyaan oleh rumpun keluarga masyarakat adat atas bangunan kehutanan tersebut,  apakah masyarkt yang dianggap  berada pada wilayah kawasan hutan atau bangunan itu masuk tanpa ijin ke wilayah tanah adat.
(Widian)