Dibutuhkan Perbaikan Irigasi, Pemanfaatan Lahan Pertanian Tidak Maksimal

Dibutuhkan Perbaikan Irigasi, Pemanfaatan Lahan Pertanian Tidak Maksimal
Dibutuhkan Perbaikan Irigasi, Pemanfaatan Lahan Pertanian Tidak Maksimal

PANGKEP- Dari pantauan wartawan Indonesia Satu diberbagai wilayah di Kabupaten Pangkep disekian Kecamatan, nampak sejumlah lahan pertanian dimusim tanam kemarau ini tidak maksimal, hal itu disebabkan karena saluran irigas disejumlah titik, tidak terbenahi, sehingga sumber air tidak lancar menuju areal persawahaan.

Misalnya saja di Kelurahan Biraeng Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkep, sekian hektar tanaman padi, nampak mengalami kekeringan bahkan ada sejumlah sawah tidak ditanami oleh pemilih sawah karena ragu dari sumber air yang ada, tidak lancar aliran air menuju sawah tersebut.

Selain itu penyebab lainnya, pembinaan kepada kelompok  tani, termasuk dalam memupuk kekompakan dan kebersamaan petani juga masih minim, bahkan gerakan tanam palawija tahun ini hampir puna, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang cukup bersemangat karena ada faktor pembinaan dari Pemerintah.

“Kalau dulu itu pak, ada bantuan bibit, ada bantuan pupuk, ada pembinaan ke petani secara kontinyu, kantor Penyuluh Pertanian tidak sering tertutup, sehingga kita juga rajin melakukan konsultasi di kantor Balai PPL tersebut,  juga  anggotanya aktif dilapangan temui petani tapi sekarang jarang lagi kita ketemu” ujar seorang petani di Kelurahan Biraeng Kecamatan Minasate’ne yang tak ingin ditulis namanya Rabu (29/7/2020).

Menurutnya bahwa seharusnya gerakan tanam palawija harus kembali dibangkitkan, dengan memperhatikan kondisi setiap musim,

“Kalau dulu tiga kali tanam setiap musim yakni tanam padi, padi, palawija, bisa juga ada kecamatan padi, palawija, palawija, yang dilakukan secara serentak tapi sekarang program itu nyaris tak terdengar lagi, kalaupun ada hanya areal tertentu saja” ujarnya. (herman djide)