Diah Pitaloka: UU TPKS Representasi Sejarah Perjuangan Perempuan Indonesia

    Diah Pitaloka: UU TPKS Representasi Sejarah Perjuangan Perempuan Indonesia
    Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka saat menjadi narasumber diskusi ‘Dialektika Demokrasi’ dengan tema 'Semangat Kartini, Meneguhkan Eksistensi Kaum Perempuan' di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4/2022).

    JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka mengungkapkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) merupakan proses panjang sejarah perjuangan perempuan Indonesia. Dia pun merasa terharu terharu saat UU tersebut disahkan pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2021-2022, Selasa (12/4/2022).

    “Undang-undang ini adalah perjuangan. Saya memaknainya lebih panjang, undang-undang ini menjadi bagian sejarah perjuangan perempuan Indonesia. Saya merasa terharu juga undang-undang ini disahkan, " ungkap Diah saat menjadi narasumber diskusi ‘Dialektika Demokrasi’ dengan tema 'Semangat Kartini, Meneguhkan Eksistensi Kaum Perempuan' di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4/2022).

    RI1.CO.ID
    market.biz.id RI1.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Menurut Diah, dengan pengesahan UU TPKS ini bisa menjadi hadiah untuk memperingati hari Kartini pada 21 April mendatang. Dia juga mengungkapkan dalam pembahasan RUU TPKS telah melalui proses yang cukup panjang, bahkan dari periode DPR RI sebalumnya sudah dibahas, dan baru disahkan pada masa sidang ini.

    "Pembahasannya cukup panjang dari pembahasan di Komisi VIII periode lalu, perdebatan tentang judul, jenis kekerasan seksual, lalu juga sinkronisasi dengan KUHP, karena perspektifnya hukum pidana. Lalu diusulkan kembali untuk dibahas di Badan Legislasi, prosesnya panjang juga sekitar dua tahun lebih, " papar Diah.

    Politisi PDI-Perjuangan ini mengungkapkan, dalam proses pembahasan RUU TPKS telah lahir kesadaran publik yang tadinya masalah ini dianggap memalukan, berangsur-angsur mendapat posisi yang sesuai. Diah juga berterimakasin kepada para awak media yang juga punya andil, sehingga publik memiliki kesadaran untuk menghilangkan kekerasan seksual. "Di tengah pembahasan ini dukungan publik meluas bahkan kampus-kampus menunjukkan keprihatinan tentang maraknya tindak kekerasan seksual, " pungkas Diah.

    Diah Pitaloka DPR RI KOMISI VIII PDIP
    Ernest Hendri

    Ernest Hendri

    Artikel Sebelumnya

    PIA Fraksi PAN Gelar Bakti Sosial di Bulan...

    Artikel Berikutnya

    Mulyanto Prihatin Cara Kerja Pemerintah...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi verified

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 87

    Postingan Tahun ini: 2682

    Registered: Jul 17, 2020

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 82

    Postingan Tahun ini: 2008

    Registered: May 25, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 37

    Postingan Tahun ini: 735

    Registered: Nov 15, 2021

    Agus Subekti

    Agus Subekti verified

    Postingan Bulan ini: 33

    Postingan Tahun ini: 670

    Registered: Feb 3, 2022

    Profle

    Wahyudi Arief verified

    Launching Program "Kasih Sidinda", Rumah Pengering Bawang Merah Bantuan Forum Kasih di X Koto Diresmikan
    Pemdes Pancana Gelar Musrenbang dan Pelantikan Forum Anak
    HUT Bhayangkara ke 76, Polres Pangkep Gelar Acara Syukuran
    Disiplinkan Warga Masyarakat, Patroli Malam TNI-Polri Berikan Imbauan Protokol Kesehatan Covid-19.

    Rekomendasi

    Kapolda Jambi Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama
    Kapolres Bima Kota Bersama Forkompinda, Ikuti Upacara Hari Bhayangkara ke-76 Secara Virtual
    Pasar Hewan PD Joyoboyo Kota Kediri Telah Dibuka Polisi Lakukan Pengawasan
    Dwi: Terimakasih Telkom Palabuhanratu Pelayanannya Ramah dan Memuaskan
    Bakal Dilantik, Pengurus KBI Kota Makassar Siap Sosialisasikan Kickboxing ke Warga Makassar

    Ikuti Kami