Tank Leopard 2A6 VS Baktar Shikan

Setelah terjadi peperangan sporadis di Bin Jabil Lebanon Selatan, tank tank Merkava Israel naik ke bukit Jabil, untuk memburu pasukan Hezbullah. Tanpa diduga, tank-tank terhebat di dunia itu, rontok dihantam misil anti-tank Hezbullah. MBT Merkava benar benar tidak berdaya dan akhirnya ditarik mundur. Israel kalah dalam perang tersebut. Sejumlah pimpinan militer Israel dicopot dari jabatannya.
Tank Merkava Israel dihajar ATGM Metis-M

Peperangan di Lebanon Selatan tahun 2006 itu, mengingatkan kita dengan Perang Yom Kippur 1973 antara Mesir dan Israel.

Serangan dadakan Mesir melintasi Terusan Suez, direspon Israel dengan mengirim ratusan tank gelombang demi gelombang. Mereka bermaksud memukul mundur pasukan Mesir, kembali ke belakang Terusan Suez.

Perang Yom Kippur 1973

“Di tengah hari yang terik, kami melihat sosok bayangan hitam berdiri sendiri di gurun. Kami ragu apakah itu batang pohon atau infanteri. Kalaupun Infanteri, mengapa dia sendirian. Tak lama kemudian tank kami hancur dihantam sosok hitam tersebut”, ujar veteran perang Yom Kippur (Buku: War in the Gulf; Arab-Israeli Conflict).

Misil AT 3 Mesir – Yom Kippur War

Strategi Israel tidak berjalan. Sekitar 1000 tank Israel rontok yang sebagian besar dihantam misil anti-tank yang dibawa Infanteri Mesir. AT-3 Sagger.

Dari dua peperangan itu, terlihat peranan manpads anti-tank infanteri, menjadi sangat penting, untuk menghadapi keunggulan teknologi dan mesin perang Israel.

MBT Leopard 2A6 VS PT 91
Menyambut HUT TNI nanti, bulan Oktober 2012 gelombang pertama MBT Leopard 2A6 Indonesia tiba di Jakarta. Sekitar 40 dari 100 Leopard 2A6 akan ditempatkan di perbatasan Indonesia-Malaysia, Kalimantan.

Leopard 2A6 Firing

Kehebatan tank buatan Jerman ini tidak perlu diragukan. Untuk urusan mesin perang lapis baja, Jerman telah memilikinya secara turun temurun.

MBT Leopard 2A6 akan berhadapan dengan MBT PT 91 Malaysia buatan Polandia di perbatasan Kalimantan. Siapa yang lebih kuat ?. Saya tidak ingin menjawabnya. Yang jelas, situasi tersebut mengingatkan kita dengan pecahnya perang dunia kedua, 1 September 1939.

Melalui serangan Blietzkrieg, Jerman hanya membutuhkan waktu 2 minggu, untuk melumat seluruh tank Polandia, sekaligus mendudukinya.

Secara kuantitas, jumlah pasukan Jerman dan Polandia tidak jauh berbeda. Jerman mengerahkan 60 Divisi, sementara Polandia 39 Divisi, 10 Brigade ditambah milisi. Namun keunggulan strategi dan teknologi Jerman tidak bisa ditandingi Polandia.

PT 91 Malaysia

Bisa jadi, kru MBT 91 akan sedikit nervous ketika berhadapan dengan MBT Leopard 2A6. Tapi bagaimana dengan anti-tanknya ?

Di medan pertempuran yang penuh pepohonan dan bunker (kalau ada) anti-tank Infanteri akan sangat penting. Mereka bisa bersembunyi di balik pepohonan/bukit/ bunker, untuk membidik MBT lawan.

Situasi tersebut terjadi di dalam perang Israel- Hezbullah di Lebanon Selatan tahun 2006.

Anti-Tank PF-98
Salah satu andalan anti-tank TNI AD adalah roket 120mm PF-98 Norinco China.

Roket Anti-Tank PF 98

Anti-tank ini belum memiliki guide system. Namun komputer PF-98 secara otomatis mampu melacak jarak sasaran untuk dikonversi ke kalkulasi balistik yang ditampilkan di layar LED petembak.

Anti tank PF 98 ini ibarat kamera SLR profesional. Dia membutuhkan operator yang handal, bukan sekedar jepret atau fire and forget.

ATM PF-98

Anti tank PF 98 juga dilengkapi night vision berjarak 300- 500 meter (4X optical sight standard), dengan fire-control computer dan laser rangefinder. Komputer tersebut bertugas mengkalkulasi kordinat target yang bergerak, lalu menyuplai sasaran (spot) ke lensa bidik petembak.

Andalan amunisinya Dual HEAT (High Explosive Anti Tank) (hulu ledak ganda) dengan electronically timed fuse system. Roket ini mampu menembus selimut reactive armor main battle tank lawan. Untuk amunisi HEAT jarak tembaknya 800 meter. Pengguna roket anti tank ini adalah: China (pembuat), Indonesia dan Zimbabwe.

Metis-M
TNI AD juga memiliki peluru kendali ant-tank 9K115-2 Metis-M buatan Rusia. NATO menyebutnya AT-13 Saxhorn-2.

Misil anti-tank ini biasanya dioperasikan 3 infanteri. Satu membawa peluncur, dua lainnya membawa paket amunisi, masing-masing 2 misil.

ATGM 9K115-2 Metis-M yang dipakai TNI AD

Dengan menggunakan sistem kendali SACLOS, anti tank ini bisa diisi peluru: HEAT hulu ledak ganda, serta hulu ledak Thermobaric anti-personnel/anti-material. Dengan berat 13,8 KG, anti tank ini bisa menembak sasaran hingga 2 km.

Anti-tank C-90

Roket Anti-Tank C 90

Anti-tank TNI AD lainnya adalah C-90 buatan Spanyol. Sama dengan PF 98, anti tank ini juga jenis roket, belum dilengkapi sistem kendali.

C-90 merupakan jenis RPG yang bisa dipasang piranti VN38-C, untuk kemampuan perang malam (night vision).

Infanteri dan pasukan khusus Indonesia memiliki jenis: C-90CR anti-armor, C-90-CR-RB (M3), C-90AM anti-personnel serta C-90BK bunker buster.

Roket anti-tank 90mm ini dilengkapi amunisi tandem HE dengan jarak tembak 300 meter untuk target bergerak. Ada sekitar 10 negara pengguna roket anti-tank ini, termasuk Malaysia.

Sekarang kita lihat anti-tank yang dimiliki Malaysia.

Baktar Shikan
Saat ini Angkatan Darat Malaysia memiliki dua tipe misi anti-tank ATGM, yakni Baktar Shikan (Pakistan) serta Metis-M (Rusia). Keduanya dilengkapi wire-guided dan SACLOS (Semi Automatic Close Lock On System) missile. ATGM akan mencari sendiri sasaran, ketika diarahkan ke target yang dituju.

ATGM Baktar Shikan Malaysia

ATGM Baktar Shikan Malaysia memiliki jarak tembak hingga 3 km, dengan kemampuan penetrasi 850mm RHA. ATGM Pakistan ini merupakan pengembangan dari HJ-8 China.

Baktar Shikan dibawa oleh kendaraan taktis seperti land rover, Wagon atau ACV 300 Malaysia.

ATGM Metis-M
Selain Indonesia, Malaysia juga memiliki Metis M atau AT-13 Saxtron-2. Beratnya setengah dari Baktar Sikan.

ATGM Metis-M Malaysia

Metis M ini telah terbukti merontokkan MBT Merkava Israel dalam perang dengan Hezbullah tahun 2006 di Lebanon Selatan.

Selain itu, Angkatan Darat Malaysia juga memiliki anti-tank/anti-armor: RPG7V, Carl Gustav M2 RCL, C 80, M106 RCL serta AT4/AT4CS.

Baik Indonesia maupun Malaysia saat ini, sedang mencoba mendatangkan ATGM generasi ketiga, seperti K-ATGM Korea Selatan, FGM-148 Javelin Amerika atau Naq buatan India. ATGM generasi ketiga ini dipandu laser dan memiliki sistem fire and forget. 

Written by izzat

http://indonesiasatu.id

2 Comments

Leave a Reply