Polri Beli Dua Helikopter Bell 429

Singapura – Bell Helicopter telah mengamankan sejumlah penjualan pertama di acara Singapore Airshow 2016, termasuk penjualan dua unit helikopter Bell 429s bermesin ganda untuk polisi Indonesia, 17/02/2016.

Ini menandai awal dari sebuah proses pembaharuan armada untuk layanan penegakan hukum di negara itu, yang akan membutuhkan helikopter baru untuk masing-masing 32 provinsi, untuk menggantikan armada helikopter berusia tua MBB Bo-105s.

Selengkapnya …

Written by izzat

http://indonesiasatu.id

14 Comments

Leave a Reply
  1. Bandung -PT Dirgantara Indonesia (DI) kembali mengekspor fuselage helicopter H225/H225M (military) ke Eurocopter, sekarang dikenal dengan Airbus Helicopter di Prancis. Helikopter H225/H225M yang sebelumnya dikenal dengan nama EC225/EC725 merupakan helikopter generasi baru dari helikopter NAS332 Super Puma.

    “Pengiriman fuselage helikopter H225/H225M merupakan pengiriman kelima dari total sebanyak 125 fuselage yang harus dikirimkan oleh PT DI hingga akhir kontrak di tahun 2025,” kata Yulianto Soekarno, Manager Program MK II Airbus Helicopter PT DI dalam surat elektroniknya yang diterima SP, Sabtu (6/2) pagi.

    PT DI, sambung Yulianto, sudah menjadi mitra pengembangan produksi untuk bagian atas dan bawa fuselage serta tailboom (bagian ekor). Pengiriman yang berlangsung pada Jumat, tanggal 5 Februari 2016 ini merupakan pengiriman kelima dari total sebanyak 125 fuselage yang harus dikirimkan hingga akhir kontrak tahun 2025 mendatang. Nilai kontrak dari Airbus Helicopter yang sudah dipegang oleh PT DI untuk komponen-komponen H225/H225M adalah USD 45 juta.

    Sebelum mampu menyerahkan badan helikopter H225/H225M secara terasembli, PT DI sudah menyerahkan 45 unit tailbooms (ekor), 10 unit upper fuselage dan 4 unit fuselages (badan).

    Yulianto mengatakan, pihaknya sanggup mengerjakan pesanan fuselage terintegrasi dalam jangka waktu 6 minggu. Sehingga dalam jangka waktu 1,5 bulan, PT DI mampu mengirimkan 1 fuselage terintegrasi ke Perancis. “PT DI mampu bukan hanya merakit saja karena PT DI mampu membuat dari raw material sampai barang jadi,” terang dia.

    Pengerjaan pesanan ini melibatkan 220 orang dengan latar pendidikan, S1, D3 dan SMK. Sekitar 80 persen dari tenaga kerja itu masih berusia muda. Pihak Airbus Helicopter juga telah menempatkan personelnya di PT DI Bandung sejak program pengembangan ini dimulai.

    PT DI merupakan salah satu pemasok komponen H225/H225M di samping beberapa perusahaan dari Spanyol dan Timur Tengah.

    Direktur Produksi PT DI, Arie Wibowo, mengatakan bahwa “PT DI adalah salah satu pemasok industri raksasa di dunia seperti Airbus commercial, Airbus Defence and Space dan Airbus Helicopter yang pesawat-pesawatnya sudah terbang di berbagai Negara di dunia,” ujar dia.

    Fuselage yang nantinya akan tiba di Perancis selanjutnya diintegrasikan serta dilengkapi dengan engine dan sistem terbang. Rencananya helikopter tersebut akan dikirimkan untuk pelanggan di Eropa.

    Suara Pembaruan

    Adi Marsiela/FMB

  2. PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kemampuan Minimum Essential Force (MEF) yang sedang dilakukan oleh pemerintah bersama dengan Kementerian Pertahanan dan TNI.

    Untuk memenuhi kebutuhan TNI, khususnya kebutuhan transportasi medium, PT DI sepanjang 2015 lalu sudah menyerahkan 9 unit pesawat CN295, 12 pesawat CN235 untuk TNI AU dan AL, serta 32 unit pesawat NC212 kepada TNI.

    Selain pesawat dengan sayap tetap (fixed wing), PT DI juga telah menyerahkan sejumlah pesawat sayap putar (rotary wing) atau helikopter kepada TNI.

    Sepanjang tahun 2015, total terdapat 31 unit helikopter Bell 412 EP, 14 unit Bell 412 SP, dan 36 unit helikopter jenis NBO105.

    Sementara untuk helikopter Super Puma NAS332, PT DI telah menyerahkan 13 unit untuk TNI.

    PT DI juga masih mengantungi pesanan 6 helikopter Cougar EC725 dari TNI AU dan akan selesai dirakit pada 2017 mendatang.

    “Semua pesawat yang diserahkan ke Kementerian Pertahanan atau TNI dijamin kelaikan terbangnya oleh PT DI, sesuai dengan regulasi pemerintah untuk pesawat militer,” ujar Direktur Utama PT DI Budi Santoso saat dijumpai di kantornya di Bandung, Kamis (11/2/2016).

    PT DI mengklaim produksi pesawat terbang dan helikopter pesanan dari dalam negeri pada tahun 2015 (termasuk TNI/Polri), berdasarkan kontrak-kontrak, memiliki total nilai sebesar 704 juta dollar AS (sekitar Rp 9,4 triliun).

    Budi menambahkan, pesawat untuk kebutuhan militer kebutuhannya lebih kecil, karena itu pihaknya juga akan berkonsentrasi pada produksi pesawat-pesawat angkut komersil.

    “Kami harus masuk ke pesawat komersial karena pasarnya lebih besar dibanding pesawat militer,” ujarnya saat dijumpai di kantor PT DI.

    Penulis : Reska K. Nistanto
    Editor : Aprillia Ika